Global Science Kaleidoscope 2025: More Than Individual Scandals, This Is a Structural Crisis
The year 2025 marks a significant point in the global timeline of research integrity. Rather than being triggered by a single spectacular scandal, discussions of scientific misconduct throughout the year were shaped by an accumulation of prominent cases, large-scale article retractions, and a growing awareness that the problem is systemic. Thus, 2025 should be read as the year when scientific deviation can no longer be … Continue reading Global Science Kaleidoscope 2025: More Than Individual Scandals, This Is a Structural Crisis
Kaleidoskop Sains Global 2025: Lebih Sekedar Skandal Individual, Ini Krisis Struktural
Tahun 2025 menandai catatan penting dalam linimasa integritas ilmiah secara global. Beragam kasus yang muncul sepanjang tahun, alih-alih dipicu oleh satu skandal tunggal yang spektakuler, diskursus pelanggaran ilmiah (scientific misconduct) terbentuk melalui akumulasi kasus menonjol, penarikan artikel ilmiah berskala besar, dan semakin kuatnya kesadaran bahwa masalahnya bersifat sistemik. Tahun 2025 layak kami baca sebagai tahun ketika penyimpangan ilmiah harus berhenti dipahami sebagai deviasi moral individu … Continue reading Kaleidoskop Sains Global 2025: Lebih Sekedar Skandal Individual, Ini Krisis Struktural
Kami Terbiasa dengan Bencana, Negara Terbiasa Mengabaikannya
“Air masih mati,” kata ibu lewat telepon. Ia mengabari bahwa air PDAM belum juga menyala di Padang sejak banjir melanda Sumatera pada akhir November lalu. Hingga hari ini, bapak dan ibu saya masih menampung air hujan untuk keperluan mandi dan mencuci. Ibu menyesal tidak memasang sumur bor sejak dulu. “Kami masih menampung air hujan, mandi dari sana,” lanjut ibu. Mereka juga sempat menumpang mandi ke … Continue reading Kami Terbiasa dengan Bencana, Negara Terbiasa Mengabaikannya
Banjir Sumatra: Politik Angka dalam Bencana
Hingga hari ini (4/5), jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatra tercatat ratusan orang dan masih terus bertambah. Data resmi BNPB yang telah diverifikasi menunjukkan 812 korban meninggal, 509 orang hilang, dan sekitar 2700 korban luka. Perbedaan angka antar pemberitaan dapat terjadi karena waktu “cut off” pengumpulan data yang tidak seragam. Meski demikian, situasi lapangan memberi indikasi bahwa skala bencana mungkin lebih parah … Continue reading Banjir Sumatra: Politik Angka dalam Bencana
