Sains Sedang Dimanipulasi, Apa yang Perlu Kita Ketahui?

Laporan Forensic Scientometrics (FoSci) 2026 memberikan kerangka kerja bagi penerbit, lembaga, pemberi dana, dan pembuat kebijakan untuk memperkuat integritas penelitian serta memulihkan kepercayaan terhadap sains. Pada tahun 2022, Anna Abalkina, seorang peneliti di Freie Universität Berlin, menemukan sesuatu yang tidak biasa ketika memeriksa alamat email para penulis di Journal of Community Psychology, sebuah jurnal arus utama yang terkemuka. Enam artikel mencantumkan alamat email dari domain tanu.pro — domain institusi palsu … Continue reading Sains Sedang Dimanipulasi, Apa yang Perlu Kita Ketahui?

Semangat Bandung dan Masa Depan Ekosistem Pengetahuan Selatan-Selatan

Pada April 1955, 29 delegasi dari Asia dan Afrika berkumpul di Gedung Merdeka, Bandung. Mereka tidak memiliki senjata nuklir maupun armada jet tempur, tetapi mereka percaya bahwa bangsa-bangsa yang baru merdeka berhak menentukan nasibnya sendiri. Tujuh puluh satu tahun kemudian, keyakinan itu perlu diuji kembali, kali ini di arena yang jarang dibicarakan dalam peringatan-peringatan Bandung, yaitu arena pengetahuan. Konferensi Asia-Afrika lazimnya dibaca sebagai peristiwa diplomatik, … Continue reading Semangat Bandung dan Masa Depan Ekosistem Pengetahuan Selatan-Selatan

Peluncuran The Conversation di Jerman: Harapan dan Skeptisisme

Kabarnya, per Juli 2026, The Conversation menjumpai pembacanya dalam bahasa Jerman. Kabar ini sebenarnya sudah saya terima tahun yang lalu. Namun, agaknya tim editor ingin memastikan semuanya berjalan dengan lebih baik sehingga pada akhirnya peluncuran The Conversation Deutschland dirilis saat musim panas tahun ini. Robin Markwica, Managing Director, The Conversation Deutschland, Österreich & Schweiz, memastikan bulan peluncurannya di Linkedin dengan mengonfirmasi artikel Mike S. Schäfer … Continue reading Peluncuran The Conversation di Jerman: Harapan dan Skeptisisme

Sticky post

Wawancara Bersama Sabhrina Gita Aninta: Membaca Masa Depan Spesies melalui Genom

Perkembangan genomik telah mengubah cara ilmuwan memahami konservasi biodiversitas, dari pendekatan perlindungan habitat menuju analisis evolusi populasi dan ketahanan genetik spesies. Wawancara saya baru-baru ini dengan Sabhrina Gita Aninta, peneliti pascadoktoral di University of Copenhagen yang bekerja di bidang conservation genomics, menjelaskan bahwa data genom memungkinkan ilmuwan membaca sejarah populasi sekaligus memprediksi masa depan spesies. Melalui analisis seluruh genom, peneliti dapat mengidentifikasi penurunan populasi, menilai … Continue reading Wawancara Bersama Sabhrina Gita Aninta: Membaca Masa Depan Spesies melalui Genom