Sains Sedang Dimanipulasi, Apa yang Perlu Kita Ketahui?

Laporan Forensic Scientometrics (FoSci) 2026 memberikan kerangka kerja bagi penerbit, lembaga, pemberi dana, dan pembuat kebijakan untuk memperkuat integritas penelitian serta memulihkan kepercayaan terhadap sains. Pada tahun 2022, Anna Abalkina, seorang peneliti di Freie Universität Berlin, menemukan sesuatu yang tidak biasa ketika memeriksa alamat email para penulis di Journal of Community Psychology, sebuah jurnal arus utama yang terkemuka. Enam artikel mencantumkan alamat email dari domain tanu.pro — domain institusi palsu … Continue reading Sains Sedang Dimanipulasi, Apa yang Perlu Kita Ketahui?

“Berdiri Bersama Sains” dalam Dunia yang Tak Setara

Tema Hari Kesehatan Sedunia 7 April 2026 yang diserukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terdengar mendesak dengan slogan “Together for Health. Stand with Science.” Beberapa tahun terakhir, kepercayaan publik terhadap institusi ilmiah menghadapi tekanan dari polarisasi politik, disinformasi, dan ketidakpastian pendanaan riset di sejumlah negara. Seruan untuk mempertahankan integritas sains dapat dipahami. Namun, slogan tersebut juga memunculkan pertanyaan yang jarang dibahas secara terbuka berkaitan dengan hegemoni sistem pengetahuan … Continue reading “Berdiri Bersama Sains” dalam Dunia yang Tak Setara

Sticky post

Politik Melumpuhkan Kekebalan

Berbeda dengan SARS-CoV-2, yang bermutasi menjadi varian-varian baru dengan kemampuan menghindari kekebalan tubuh, virus campak berubah jauh lebih lambat. Protein kunci pada permukaannya sangat terkonservasi secara evolusioner. Vaksin MMR yang dikembangkan dari strain tahun 1960-an masih efektif 97 persen terhadap semua genotipe yang beredar hari ini. Virus ini tidak perlu bermutasi untuk kembali menjadi ancaman. Yang dibutuhkannya jauh lebih sederhana, yaitu populasi yang menolak divaksinasi. … Continue reading Politik Melumpuhkan Kekebalan

Politik Perawatan di Negara Orang

“Ketika masuk musim dingin, indikator kebahagiaan saya cuma dua: matahari yang terbit, atau sereh di supermarket.” Kalimat itu sering saya ucapkan ketika pulang ke Indonesia setelah kurang lebih satu tahun tinggal di Jerman untuk menyelesaikan pendidikan master. Bagi sebagian orang, kegembiraan saya karena bisa pulang for good mungkin terdengar aneh. Bukankah kebanyakan orang justru ingin bertahan, mengadu nasib lebih lama, menjadikan gelar “master” sebagai batu … Continue reading Politik Perawatan di Negara Orang