Are Evidence-Based Medicine and Public Health Incompatible?

February 21, 2024 by Michael Schulson It’s a familiar pandemic story: In September 2020, Angela McLean and John Edmunds found themselves sitting in the same Zoom meeting, listening to a discussion they didn’t like. At some point during the meeting, McLean — professor of mathematical biology at the Oxford University, dame commander of the Order of the British Empire, fellow of the Royal Society of London, … Continue reading Are Evidence-Based Medicine and Public Health Incompatible?

Bibliometrik dan Pemeringkatan Universitas Tidak Dapat Diandalkan untuk Menilai Kinerja Akademisi

Goodhart’s law — “When a measure becomes a target, it ceases to be a good measure” — citations are gamed. Ivan Oransky (Founder The Retraction Watch) dan rekan-rekannya berpendapat bahwa untuk meningkatkan kualitas riset dan ilmu pengetahuan, harus dilakukan dengan mengurangi pentingnya sitasi (citation index) untuk menilai, mempromosikan, membiayai, dan merekrut para ilmuwan. Hingga saat ini, termasuk di Indonesia, Universitas menjadikan sitasi sebagai ukuran kualitas … Continue reading Bibliometrik dan Pemeringkatan Universitas Tidak Dapat Diandalkan untuk Menilai Kinerja Akademisi

Penerbitan Ilmiah Komersial: Ciptakan Ketidakseimbangan dan Dorong Ketidaksetaraan

Beberapa saat yang lalu dalam science blogs– EURAC research Martin W. Angler seorang jurnalis sains yang juga merupakan author dari buku yang jadi acuan dalam bidang ‘jurnalisme sains’ mewawancari Dr. Sarahanne M. Field, Peneliti Pos-Doktoral di Center for Society and Technology Studies (CWTS) Universitas Leiden, Belanda. Sarah (biasanya dipanggil) adalah peneliti metasains yang juga aktif dalam aktivisme sains terbuka. Dia punya konsen soal reformasi sains, replikasi sains dan beberapa isu yang secara luas … Continue reading Penerbitan Ilmiah Komersial: Ciptakan Ketidakseimbangan dan Dorong Ketidaksetaraan

Krisis Integritas Akademik: “Apa yang Perlu Kita Upayakan?”

Dokter bedah Paolo Macchiarini dinyatakan bersalah atas penyerangan berat terhadap tiga pasiennya dan telah dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan. Macchiarini telah melakukan operasi eksperimental pada pasien-pasien tersebut pada tahun 2011 dan 2012 saat bekerja di Institut Karolinska, dengan menanamkan batang tenggorokan sintetis yang dibenamkan dengan sel punca dari sumsum tulang pasien. Ketiga pasien meninggal ketika implan gagal, dan keputusan tersebut menyatakan bahwa … Continue reading Krisis Integritas Akademik: “Apa yang Perlu Kita Upayakan?”