Mengapa Krisis Kepercayaan Vaksin TBC Bukan Soal Sains Semata ?

Polemik mengenai rencana fase uji klinis vaksin tuberkulosis (TBC) di Indonesia yang didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation belum lama ini membuka kembali luka lama dalam hubungan antara sains dan masyarakat. Reaksi skeptis di X (Twitter) dari tokoh-tokoh seperti akademisi dan ahli kebijakan publik Yanuar Nugroho, yang menyebut hibah uji klinis vaksin senilai Rp2,6 triliun sebagai tindakan “menjual rakyat sendiri”, menunjukkan bahwa masalah ini … Continue reading Mengapa Krisis Kepercayaan Vaksin TBC Bukan Soal Sains Semata ?

Mengganti “Konsensus” Dengan “Bukti Konvergen”: Apakah Sekedar Perubahan Semantik?

Pada April 2025, Editor-In-Chief jurnal Science, H. Holden Thorp, mengeluarkan seruan tak biasa kepada para ilmuwan: berhentilah menggunakan istilah “konsensus ilmiah.” Dalam editorial bertajuk “Convergence and Consensus”, Thorp berargumen bahwa istilah tersebut telah disalahpahami publik, dan justru memperkeruh kepercayaan terhadap sains. Sebagai gantinya, ia mengusulkan frasa baru: “bukti yang konvergen” (convergent evidence) yaitu sebuah istilah yang lebih merefleksikan bagaimana pengetahuan ilmiah diperoleh. Perubahan istilah ini … Continue reading Mengganti “Konsensus” Dengan “Bukti Konvergen”: Apakah Sekedar Perubahan Semantik?

Survei Harus Representatif. Benarkah?

Ada yang penting untuk dijelaskan tentang temuan Riset Kesejahteraan Dosen yang dirilis tahun 2024, hasil survei ini menuai respon yang beragam. Salah satu yang cukup ramai dibicarakan adalah persoalan metodologi survei yang dianggap tidak cukup akurat menggambarkan populasi dosen. Kritik adalah keniscayaan dalam komunikasi kesarjanaan. Tim peneliti dalam studi tersebut semuanya berprofesi sebagai ilmuwan penuh waktu, sehingga kesan saya, mereka sangat terbuka dengan kritik. Menurut anggota tim … Continue reading Survei Harus Representatif. Benarkah?

Mitos Rumus Slovin

Ada yang pernah dengar rumus Slovin? Iya.. rumus ini sering sekali digunakan untuk menentukan besaran sampel. Saya sering heran kalau ada peneliti yang masih menggunakan rumus ini untuk menentukan/merencanakan besaran sampelnya. Saya akan coba menguraikan mengapa formula ini lebih tepat disebut mitos, sehingga rumus ini layak dimasukkan museum dan dianggap sebagai “the biggest myth” dalam penelitian survei. Rumusnya begini bunyinya… Keganjilan 1: Kok bisa sampling/margin of error … Continue reading Mitos Rumus Slovin