Bedah Artikel Filsafat Sains: Menimbang Kembali Peran Preregistasi dalam Sains Terbuka

Gerakan sains terbuka telah mendorong berbagai reformasi metodologis untuk meningkatkan transparansi dan keandalan penelitian. Salah satu praktik yang paling menonjol adalah preregistrasi (preregistration) riset, yaitu dokumentasi hipotesis, metode, dan rencana analisis sebelum data dikumpulkan. Praktik ini dipromosikan pertama-tama oleh Brian Nosek (Center for Open Science/COS) sebagai cara untuk mencegah manipulasi analitik seperti p-hacking dan HARKing, serta untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap sains. Namun, sebuah artikel … Continue reading Bedah Artikel Filsafat Sains: Menimbang Kembali Peran Preregistasi dalam Sains Terbuka

In Scientific Publishing, Who Should Foot the Bill?

January 7, 2026 by Peter Andrey Smith In the spring of 2024, Ali Kharrazi, then an editor-in-chief of the scientific journal Current Research in Environmental Sustainability, or CRSUST, received a routine request to review several papers. Although guest editors had already recommended accepting the work, something unusual stood out. One of the papers included the phrase: “The way to foster love is by cultivating disruption.” … Continue reading In Scientific Publishing, Who Should Foot the Bill?

Global Science Kaleidoscope 2025: More Than Individual Scandals, This Is a Structural Crisis

The year 2025 marks a significant point in the global timeline of research integrity. Rather than being triggered by a single spectacular scandal, discussions of scientific misconduct throughout the year were shaped by an accumulation of prominent cases, large-scale article retractions, and a growing awareness that the problem is systemic. Thus, 2025 should be read as the year when scientific deviation can no longer be … Continue reading Global Science Kaleidoscope 2025: More Than Individual Scandals, This Is a Structural Crisis

Kaleidoskop Sains Global 2025: Lebih Sekedar Skandal Individual, Ini Krisis Struktural

Tahun 2025 menandai catatan penting dalam linimasa integritas ilmiah secara global. Beragam kasus yang muncul sepanjang tahun, alih-alih dipicu oleh satu skandal tunggal yang spektakuler, diskursus pelanggaran ilmiah (scientific misconduct) terbentuk melalui akumulasi kasus menonjol, penarikan artikel ilmiah berskala besar, dan semakin kuatnya kesadaran bahwa masalahnya bersifat sistemik. Tahun 2025 layak kami baca sebagai tahun ketika penyimpangan ilmiah harus berhenti dipahami sebagai deviasi moral individu … Continue reading Kaleidoskop Sains Global 2025: Lebih Sekedar Skandal Individual, Ini Krisis Struktural