Bedah Artikel Filsafat Sains: Menimbang Kembali Peran Preregistasi dalam Sains Terbuka

Gerakan sains terbuka telah mendorong berbagai reformasi metodologis untuk meningkatkan transparansi dan keandalan penelitian. Salah satu praktik yang paling menonjol adalah preregistrasi (preregistration) riset, yaitu dokumentasi hipotesis, metode, dan rencana analisis sebelum data dikumpulkan. Praktik ini dipromosikan pertama-tama oleh Brian Nosek (Center for Open Science/COS) sebagai cara untuk mencegah manipulasi analitik seperti p-hacking dan HARKing, serta untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap sains. Namun, sebuah artikel … Continue reading Bedah Artikel Filsafat Sains: Menimbang Kembali Peran Preregistasi dalam Sains Terbuka

Sticky post

Wawancara Bersama Titan Hartono: Sudah Tidak Relevan Lagi Mengkotak-kotakan Keilmuan

Seiring berjalannya waktu, kita semua mengalami momen yang secara lambat namun tegas mengubah cara kita memahami sains dan diri kita sendiri. Wawancara saya baru-baru ini dengan Noor Titan Putri Hartono adalah salah satu momen tersebut. Sebagai seorang ilmuwan mekanik, Titan meraih gelar sarjana hingga PhD di Massachusetts Institute of Technology (MIT), di mana penelitian doktoralnya mengkaji kinerja dan stabilitas material surya yang sedang berkembang hingga … Continue reading Wawancara Bersama Titan Hartono: Sudah Tidak Relevan Lagi Mengkotak-kotakan Keilmuan

In Scientific Publishing, Who Should Foot the Bill?

January 7, 2026 by Peter Andrey Smith In the spring of 2024, Ali Kharrazi, then an editor-in-chief of the scientific journal Current Research in Environmental Sustainability, or CRSUST, received a routine request to review several papers. Although guest editors had already recommended accepting the work, something unusual stood out. One of the papers included the phrase: “The way to foster love is by cultivating disruption.” … Continue reading In Scientific Publishing, Who Should Foot the Bill?

Mengapa Komunikasi Sains Gagal ‘Ampuh’ Mengubah Kebijakan Publik?

Hari-hari ini tidak sedikit dari kita mengeluhkan hal yang serupa tentang mengapa sains yang sudah jelas, didukung data kuat, dan disampaikan berulang kali oleh para pakar tetap berujung pada kekecewaan karena tidak dijadikan dasar utama kebijakan publik. Kita juga sebenarnya paham bahwa kebijakan publik tidak bekerja semata-mata berdasarkan kebenaran ilmiah, melainkan bergerak dalam logika politik. Dua hal ini telah lama menjadi semacam “omon-omon” bersama. Namun … Continue reading Mengapa Komunikasi Sains Gagal ‘Ampuh’ Mengubah Kebijakan Publik?