PERPRES 82/2018 Tuai Opini Berbeda Di Masyarakat

JATIMNET.COM, Surabaya – Keluarnya Peraturan Presiden No 82 Tahun 2018 terkait pajak hasil tembakau yang digunakan untuk menambal jaminan kesehatan menimbulkan pro kontra. Banyak pihak yang menilai dana hasil tembakau untuk jaminan kesehatan sosial adalah salah kaprah. Bahkan pengamat peralihan anggaran tersebut semakin mendorong peningkatan aktivitas merokok. Anggapan itu ditepis oleh Dosen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Ilham Akhsanu Ridlo, … Continue reading PERPRES 82/2018 Tuai Opini Berbeda Di Masyarakat

Cracking Era, Disruptive Innovation

Masalah lain dari sistem pendidikan saat ini adalah terjadinya “disruptive” sistem. Kita sudah meyakini bahwa sistem pendidikan akan selalu langgeng. Bak dogma. Di era teknologi inovasi dan gejolak perkembangannya detik demi detik ada satu keniscayaan yang pasti yang bernama “perubahan”. Seperti kita yang semakin menua, seperti itulah ilmu. Selalu ada yang baru. Di tahun 1995 fenomena “disruptive innovation” sudah muncul dan dibahas di majalah sekelas Harvard Business Review. Continue reading “Cracking Era, Disruptive Innovation”

Komitmen Pemerintah Terhadap Masalah Rokok

Sudah lazim kita dengar bahwa perilaku merokok banyak dikaitkan dengan tingginya angka kejadian beragam penyakit mematikan. Oleh sebab itulah, praktisi kesehatan termasuk lembaga kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), sampai saat ini terus menggalakan kampanye bahaya rokok. Di Indonesia, setiap tanggal 31 Mei, elemen pemerintah, akademisi, LSM dan masyarakat umum rutin menggaungkan bahaya merokok untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS).

Masalah kesehatan yang diakibatkan oleh perilaku merokok merupakan masalah serius yang cukup pelik untuk diatasi. Beberapa studi epidemiologis di Indonesia seperti Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) menunjukkan data yang mendukung bahwa persoalan kesehatan akibat merokok sudah tak bisa dianggap remeh.

Continue reading “Komitmen Pemerintah Terhadap Masalah Rokok”

Isu kesehatan yang terpinggirkan dalam Pilkada

Sejumah mahasiswa Uhamka Muhammadiyah melakukan aksi simpatik tentang bahaya merokok saat Hari bebas kendaran, Car Fre Day (CFD) di Jakarta, Minggu (8/4/2018)
Sejumah mahasiswa Uhamka Muhammadiyah melakukan aksi simpatik tentang bahaya merokok saat Hari bebas kendaran, Car Fre Day (CFD) di Jakarta, Minggu (8/4/2018) Reno Esnir /Antara Foto

Seluruh dunia merayakan Hari Kesehatan Dunia pada 7 April, termasuk di Jakarta ketika hari bebas kendaraan pada Minggu (8/4/2018). Beragam aksi dan kampanye berlangsung di tengah ingar-bingar persiapan Pemilihan Kepala Daerah 2018 di Indonesia.

Pilkada serentak di 171 daerah tahun ini telah memasuki masa kampanye dan debat publik sejak 15 Februari-26 Juni 2018. Masyarakat dapat memelototi arah kebijakan, visi, dan para kandidat di daerahnya masing-masing, termasuk pentingnya isu kesehatan.

Tak hanya momen perayaan hari kesehatan dunia, pentingnya isu kesehatan sebenarnya dapat terpotret dari angka harapan hidup yang relatif rendah di antara daerah penyelenggara Pilkada. Rendahnya angka harapan hidup seharusnya menjadikan isu kesehatan sebagai agenda utama pemerintah daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah tim Lokadata Beritagar.id, 70 persen wilayah Pilkada 2018 memiliki angka harapan hidup di bawah rata-rata nasional, yaitu 71,06 tahun. Artinya, mayoritas wilayah yang menggelar Pilkada memiliki indeks kesehatan yang rendah.

Di level provinsi, hanya empat wilayah yang penduduknya memiliki harapan hidup lebih lama daripada rata-rata penduduk Indonesia pada umumnya, yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Bali. Sementara 13 provinsi lainnya, masih di bawah rata-rata nasional.

Continue reading “Isu kesehatan yang terpinggirkan dalam Pilkada”