Mengelola Komunikasi Risiko di Era COVID-19
Butuh kemampuan memadukan evidence-based, accessibility and openness, dan strategic communication. Ketiganya itu tidak bisa diakuisisi oleh pemerintah saja. Pemerintah harus menggandengan dan memberikan tempat bagi para ahli, dan publik yang mungkin keterwakilannya diwakili oleh ormas (termasuk ormas agama). Ini sebuah upaya kolaboratif. Tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaboratif itu membagi peran tidak menguasai peran. Jika dilihat dari model komunikasi risiko ini maka ada beberapa gap yang timpang. … Continue reading Mengelola Komunikasi Risiko di Era COVID-19
