Laboratorium Komunikasi Sains Indonesia
Adalah grup inisiasi non-profit untuk pengembangan keilmuan, strategi dan praktik komunikasi sains di Indonesia. Berbasis riset dan pengalaman praktis untuk meningkatkan wacana dan partisipasi publik pada sains, dengan mendorong dialog dan proses deliberatif dalam ruang lingkup kajian public engagement of science (PES) dan Science, Technology and Society (STS).
Indonesian Science Communication Lab (IDSCL) mulai dibentuk pada tahun 2023 dengan inisiasi yang dibangun atas kesadaran bahwa diperlukan sebuah wadah jejaring kolaboratif bagi peneliti, komunikator sains, jurnalis dan masyarakat pemerhati sains.

Tujuan Kami
Mendorong Kolaborasi: IDSCL bertujuan menjadi rujukan kolaboratif dalam penelitian dan pengembangan komunikasi sains multi/interdisiplin. Kami mendorong individu-individu dan pengetahuan dari berbagai latar belakang, serta mengupayakan refleksi praktik di Indonesia dan mengikuti perkembangan jaringan internasional. Kami berperan sebagai katalisator percakapan antara para ahli komunikasi sains, pemangku kepentingan, dan praktisi komunikasi sains.
Riset Komunikasi Sains: Kami melakukan penelitian komunikasi sains dan masyarakat awam untuk mengatasi pertanyaan dan masalah mendasar dalam komunikasi sains yang berkaitan dengan isu-isu kritis praktik komunikasi sains dan informasi ilmiah, pengkomunikasian masalah-masalah sains yang mendesak, dan pengembangan model komunikasi sains yang saling bermanfaat. Kami mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu, seperti sains, lingkungan, kesehatan, dan sosial-politik, melalui media digital, serta mempromosikan pertukaran pengalaman antar disiplin.
Menawarkan Panduan/Evaluasi Komunikasi Sains: IDSCL berusaha memberikan panduan evaluasi komunikasi sains yang mudah diimplementasikan dan menetapkan standar praktik evaluasi yang baik. Kami mengembangkan kerangka evaluasi untuk eksperimen dalam komunikasi sains yang dapat digunakan oleh organisasi lain di lapangan. Kami juga merumuskan format yang teruji dan terukur untuk kegiatan dalam komunikasi sains dan masalah-masalah sains kritis seperti disinformasi dan misinformasi. Selain itu, kami menciptakan format untuk meningkatkan kompetensi komunikasi sains di masyarakat Indonesia, termasuk jurnalis sains, peneliti, komunikator sains, institusi riset serta universitas.

Mengapa Komunikasi Sains Gagal ‘Ampuh’ Mengubah Kebijakan Publik?
Hari-hari ini tidak sedikit dari kita mengeluhkan hal yang serupa tentang mengapa sains yang sudah jelas, didukung data kuat, dan disampaikan berulang kali oleh para pakar tetap berujung pada kekecewaan karena tidak dijadikan dasar utama kebijakan publik. Kita juga sebenarnya paham bahwa kebijakan publik tidak bekerja semata-mata berdasarkan kebenaran ilmiah, melainkan bergerak dalam logika politik.… Continue reading Mengapa Komunikasi Sains Gagal ‘Ampuh’ Mengubah Kebijakan Publik?
Jurnalisme di Indonesia: Dari Watchdog ke Edukator
Bersamaan dengan rutinitas riset, minggu lalu saya menyempatkan diri membaca, dan menulis ulasan laporan Worlds of Journalism Study Wave 3. Laporan Riset WJS3 ini dirilis ke publik pada akhir Oktober 2025, merangkum studi yang berlangsung antara 2021 hingga 2025 dan menjadi salah satu survei global terbesar mengenai profesi jurnalis. Secara singkat, proyek riset gelombang ketiga… Continue reading Jurnalisme di Indonesia: Dari Watchdog ke Edukator
