Pelanggaran akademis di Indonesia masih marak: merusak ekosistem riset dan menyalahgunakan uang rakyat

Hayu Rahmitasari, The Conversation dan Ika Krismantari, The Conversation Artikel ini merupakan bagian dari seri Selisik Integritas Akademis, kolaborasi antara The Conversation Indonesia dengan Majalah Tempo, dan Jaring.id untuk menyingkap praktik pelanggaran akademis di Indonesia. Rina (bukan nama sebenarnya) merupakan dosen di salah satu universitas negeri di Yogyakarta yang dikenal pintar dan memegang teguh etika akademis sejak berstatus mahasiswa. Tak ayal, dia merasa amat kaget … Continue reading Pelanggaran akademis di Indonesia masih marak: merusak ekosistem riset dan menyalahgunakan uang rakyat

Institutional Ethics Committees Move Too Slowly, Critics Say

February 26, 2024 by Christina Szalinski On May 25, 2023, surgeons split open 39-year-old Jake Seliger’s chin and jaw bone and excised his entire tongue in an effort to remove a fast growing squamous cell carcinoma. They then removed some quadricep muscle, fat, and skin to create a flap in his mouth that acts as an incapacitated substitute, a journey Seliger has been documenting in … Continue reading Institutional Ethics Committees Move Too Slowly, Critics Say

Bibliometrik dan Pemeringkatan Universitas Tidak Dapat Diandalkan untuk Menilai Kinerja Akademisi

Goodhart’s law — “When a measure becomes a target, it ceases to be a good measure” — citations are gamed. Ivan Oransky (Founder The Retraction Watch) dan rekan-rekannya berpendapat bahwa untuk meningkatkan kualitas riset dan ilmu pengetahuan, harus dilakukan dengan mengurangi pentingnya sitasi (citation index) untuk menilai, mempromosikan, membiayai, dan merekrut para ilmuwan. Hingga saat ini, termasuk di Indonesia, Universitas menjadikan sitasi sebagai ukuran kualitas … Continue reading Bibliometrik dan Pemeringkatan Universitas Tidak Dapat Diandalkan untuk Menilai Kinerja Akademisi

Krisis Integritas Akademik: “Apa yang Perlu Kita Upayakan?”

Dokter bedah Paolo Macchiarini dinyatakan bersalah atas penyerangan berat terhadap tiga pasiennya dan telah dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan. Macchiarini telah melakukan operasi eksperimental pada pasien-pasien tersebut pada tahun 2011 dan 2012 saat bekerja di Institut Karolinska, dengan menanamkan batang tenggorokan sintetis yang dibenamkan dengan sel punca dari sumsum tulang pasien. Ketiga pasien meninggal ketika implan gagal, dan keputusan tersebut menyatakan bahwa … Continue reading Krisis Integritas Akademik: “Apa yang Perlu Kita Upayakan?”