PANGAEA: Upaya Menyelamatkan Data Ilmiah Amerika Serikat

Dalam beberapa tahun terakhir, akses terhadap data ilmiah menjadi semakin rentan karena dinamika politik yang tidak selalu berpihak pada sains, kemudian muncul tantangan struktural dan epistemik yang mengancam keberlanjutan akses terhadap data ilmiah. Data ilmiah yang dihasilkan dari skema pendanaan publik tidak lagi dapat diasumsikan eksis secara abadi di domain terbuka. Fragmentasi tata kelola data, ketidakpastian anggaran, serta tekanan ideologis terhadap lembaga-lembaga penelitian telah menciptakan … Continue reading PANGAEA: Upaya Menyelamatkan Data Ilmiah Amerika Serikat

Dari Cekungan Bandung: Siklus Hidrologi, Rawa, dan Sains Terbuka

Bandung – April 2025. “Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.” Kutipan dari Pidi Baiq ini menggarisbawahi relasi emosional yang mendalam antara manusia dan lanskap tempat tinggalnya. Sebuah relasi yang semakin terancam di tengah transformasi ekologis yang cepat. Bandung, yang dahulu merupakan dataran banjir subur dan zona resapan utama, telah mengalami perubahan struktural yang dramatis. … Continue reading Dari Cekungan Bandung: Siklus Hidrologi, Rawa, dan Sains Terbuka

Survei Harus Representatif. Benarkah?

Ada yang penting untuk dijelaskan tentang temuan Riset Kesejahteraan Dosen yang dirilis tahun 2024, hasil survei ini menuai respon yang beragam. Salah satu yang cukup ramai dibicarakan adalah persoalan metodologi survei yang dianggap tidak cukup akurat menggambarkan populasi dosen. Kritik adalah keniscayaan dalam komunikasi kesarjanaan. Tim peneliti dalam studi tersebut semuanya berprofesi sebagai ilmuwan penuh waktu, sehingga kesan saya, mereka sangat terbuka dengan kritik. Menurut anggota tim … Continue reading Survei Harus Representatif. Benarkah?

Mitos Rumus Slovin

Ada yang pernah dengar rumus Slovin? Iya.. rumus ini sering sekali digunakan untuk menentukan besaran sampel. Saya sering heran kalau ada peneliti yang masih menggunakan rumus ini untuk menentukan/merencanakan besaran sampelnya. Saya akan coba menguraikan mengapa formula ini lebih tepat disebut mitos, sehingga rumus ini layak dimasukkan museum dan dianggap sebagai “the biggest myth” dalam penelitian survei. Rumusnya begini bunyinya… Keganjilan 1: Kok bisa sampling/margin of error … Continue reading Mitos Rumus Slovin