The Attention Trap

Why academics can no longer afford to stay silent, and what they risk by speaking up Academics once enjoyed a comfortable remove from public noise. Authority accumulated slowly, through journals, seminars, and institutional standing. That distance has collapsed. Consider what happened to Didier Raoult, the French microbiologist who became one of the most visible scientific figures of the COVID-19 pandemic. Whatever one thinks of his … Continue reading The Attention Trap

Sticky post

Ideasi Konspirasi Dibalik Meledaknya Kasus Campak

Lonjakan kasus campak yang disertai penurunan cakupan vaksinasi di Indonesia sering kali dijelaskan melalui dua istilah yang segera muncul dalam diskusi publik, yaitu “gerakan antivaksin” dan “teori konspirasi”. Kekhawatiran terhadap kedua fenomena tersebut memang wajar. Tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, dan lembaga yang memiliki otoritas kesehatan publik sejak lama melihatnya sebagai ancaman terhadap keberhasilan program imunisasi. Namun, ada hal yang harus segera dipikirkan oleh negara, yaitu … Continue reading Ideasi Konspirasi Dibalik Meledaknya Kasus Campak

Sticky post

Wawancara Bersama Sabhrina Gita Aninta: Membaca Masa Depan Spesies melalui Genom

Perkembangan genomik telah mengubah cara ilmuwan memahami konservasi biodiversitas, dari pendekatan perlindungan habitat menuju analisis evolusi populasi dan ketahanan genetik spesies. Wawancara saya baru-baru ini dengan Sabhrina Gita Aninta, peneliti pascadoktoral di University of Copenhagen yang bekerja di bidang conservation genomics, menjelaskan bahwa data genom memungkinkan ilmuwan membaca sejarah populasi sekaligus memprediksi masa depan spesies. Melalui analisis seluruh genom, peneliti dapat mengidentifikasi penurunan populasi, menilai … Continue reading Wawancara Bersama Sabhrina Gita Aninta: Membaca Masa Depan Spesies melalui Genom

Tiongkok Membatasi Pendanaan APC di Jurnal Premium

Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (CAS) mengumumkan pada awal 2025 kebijakan yang membatasi pendanaan institusional untuk biaya pengolahan artikel (APC) di sekitar 30 jurnal akses terbuka premium yang mengenakan biaya ≥$5.000 per artikel. Intervensi ini mewakili respons institusional paling tegas terhadap inflasi APC yang pernah diterapkan oleh lembaga pendanaan penelitian besar. Kebijakan ini secara ekonomi dapat dibenarkan dan secara strategis signifikan—namun mengungkap ketidakselarasan fundamental antara mekanisme … Continue reading Tiongkok Membatasi Pendanaan APC di Jurnal Premium