Kepercayaan pada Sains Bukan Sebatas Ajakan Moral

Selama pandemi COVID-19, hampir semua kampanye kesehatan masyarakat di dunia mengulang pesan yang sama dengan memasang tagar “Percayalah pada sains” #trustinscience. Tagar itu menghiasi unggahan media sosial, yang disampaikan dengan keyakinan bahwa masyarakat yang percaya pada ilmuwan akan lebih patuh pada anjuran kesehatan, mulai dari memakai masker hingga menerima vaksin. Pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia, menganggap peningkatan kepercayaan terhadap sains sebagai kunci keberhasilan komunikasi … Continue reading Kepercayaan pada Sains Bukan Sebatas Ajakan Moral

Jane Goodall: Warisan Ilmiah dan Keteguhan Jiwa (1934–2025)

Jane Goodall, primatolog dan konservasionis terkemuka, meninggal dunia pada 1 Oktober 2025 di California, Amerika Serikat, dalam sebuah tur ceramah di Amerika Serikat. Kematian disebabkan oleh penyebab alami. Kabar ini segera direspon oleh banyak pihak sebagai kehilangan besar bagi sains dan gerakan pelestarian alam. Meski telah lama beralih sebagian dari aktivitas penelitian lapangannya ke advokasi dan pendidikan masa hidupnya, reputasi Goodall sebagai peneliti tetap melekat … Continue reading Jane Goodall: Warisan Ilmiah dan Keteguhan Jiwa (1934–2025)

Ketimpangan Gender, Bahasa dan Ekonomi dalam Publikasi Ilmiah

Sebuah survei global terhadap 908 ilmuwan lingkungan dari delapan negara menunjukkan bahwa produktivitas ilmiah tidak hanya ditentukan oleh kapasitas intelektual, melainkan juga oleh identitas sosial. Perempuan menerbitkan hingga 45% lebih sedikit artikel berbahasa Inggris dibanding laki-laki. Bagi perempuan yang juga penutur non-native English dari negara berpendapatan rendah, produktivitas anjlok hingga 70% dibanding laki-laki dari negara kaya yang berbahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Temuan ini menegaskan … Continue reading Ketimpangan Gender, Bahasa dan Ekonomi dalam Publikasi Ilmiah

Science’s Unequal Ledger: Gender, Language, and the Hidden Costs of Productivity

A global survey of 908 environmental scientists across eight countries reveals that scientific productivity is influenced more by identity than by merit. Women publish up to 45% fewer English-language papers than men, a gap that persists across career stages. For female non-native English speakers from lower-income nations, productivity falls by as much as 70% compared with male Anglophone peers from wealthy countries. These disparities raise … Continue reading Science’s Unequal Ledger: Gender, Language, and the Hidden Costs of Productivity