Mengapa Kebijakan Penilaian dan Promosi Akademik Harus Berubah?
Seiring berkembangnya dunia akademik global, penilaian terhadap kinerja penelitian telah menjadi salah satu pilar penting dalam pengambilan keputusan promosi jabatan akademik. Namun, sistem penilaian yang mendominasi, terutama berbasis metrik kuantitatif seperti jumlah publikasi atau indeks sitasi, memunculkan banyak tantangan, terutama di negara-negara berkembang. Studi terbaru mengungkapkan bahwa kebijakan promosi yang tidak fleksibel dapat memperkuat ketimpangan, menghambat kreativitas, dan mengabaikan nilai keberagaman kontribusi ilmiah. Di negara-negara … Continue reading Mengapa Kebijakan Penilaian dan Promosi Akademik Harus Berubah?
Menjembatani Sains, Masyarakat, dan Kebijakan
Sains memainkan peran ganda dalam masyarakat kontemporer: sebagai penghasil pengetahuan dan mekanisme untuk mengatasi tantangan sosial yang kompleks. Namun, efektivitasnya dalam memengaruhi pembuatan kebijakan berbasis bukti (Evidence-based Policy Making, EBPM) tidak hanya bergantung pada kekuatan bukti ilmiah, tetapi juga pada metode komunikasi dan kontekstualisasi pengetahuan tersebut. Komunikasi sains reflektif (Reflexive Science Communication) dan kontekstualisasi (Contextualization) menjadi metodologi penting untuk memastikan pengetahuan ilmiah tetap relevan, inklusif, … Continue reading Menjembatani Sains, Masyarakat, dan Kebijakan
DeepSeek: Startup AI China yang Menantang Hegemoni OpenAI
Sejak 20 Januari kemarin, komunitas AI global dikejutkan oleh berita tentang DeepSeek, sebuah laboratorium penelitian China yang sebelumnya kurang dikenal, merilis model open-source yang revolusioner. Beberapa media internasional Amerika Serikat (AS) seperti CNBC bahkan menulis dalam paragraf awal dengan kalimat superlatif.“A little-known AI lab out of China has ignited panic throughout Silicon Valley after releasing AI models that can outperform America’s best despite being built … Continue reading DeepSeek: Startup AI China yang Menantang Hegemoni OpenAI
Miskonsepsi Tentang Indeksasi Jurnal: Antara Gengsi dan Kualitas Riset
Indeksasi jurnal ilmiah, seperti Scopus dan Web of Science (WoS), telah lama diperuntukkan sebagai tolok ukur utama dalam penilaian keberhasilan akademisi dan evaluasi kinerja penelitian. Ia layaknya diperlakukan sebagai mata uang utama dalam pengukuran kredibilitas akademisi di lingkungan komunitas ilmiah (Latour & Woolgar, 1986). Di Indonesia, paradigma ini diperkuat oleh serangkaian kebijakan kementerian hingga institusi akademik dan riset. Persyaratan seperti publikasi wajib di jurnal-jurnal berindeks … Continue reading Miskonsepsi Tentang Indeksasi Jurnal: Antara Gengsi dan Kualitas Riset
