Science’s Unequal Ledger: Gender, Language, and the Hidden Costs of Productivity

A global survey of 908 environmental scientists across eight countries reveals that scientific productivity is influenced more by identity than by merit. Women publish up to 45% fewer English-language papers than men, a gap that persists across career stages. For female non-native English speakers from lower-income nations, productivity falls by as much as 70% compared with male Anglophone peers from wealthy countries. These disparities raise … Continue reading Science’s Unequal Ledger: Gender, Language, and the Hidden Costs of Productivity

Hibriditas Dosen di Indonesia

Setidaknya dalam satu dasawarsa terakhir, profesi dosen di Indonesia mengalami pergeseran fundamental. Lebih dari hanya mengajar, membimbing, dan meneliti, mereka kini dituntut menguasai serangkaian peran yang membentang dari administratur, kreator konten, wirausahawan, penggalang dana, hingga influencer akademik bahkan politisi kampus. Fenomena ini, yang dalam kajian sosiologi disebut sebagai hibriditas. Peran hibridia ini juga menjangkiti hampir semua bidang kerja, namun di dunia akademik, dampaknya terasa lebih … Continue reading Hibriditas Dosen di Indonesia

Women’s Health in Indonesia: Progress, Challenges, and the Road Ahead

The health of Indonesia’s women is the backbone of the nation’s health. When women are healthy and empowered, children are healthier, families more prosperous, and societies stronger. International Women’s Day 2025 shines a spotlight on the health of Indonesian women, highlighting both remarkable progress and enduring challenges. Over the past decades, Indonesia has significantly reduced child mortality and expanded healthcare access, yet maternal deaths remain … Continue reading Women’s Health in Indonesia: Progress, Challenges, and the Road Ahead

Tahun 2023: Tanah dan Pepohonan Mulai Kehilangan Kemampuan Menyerap Karbon

Ilmuwan iklim di seluruh dunia dihadapkan pada kenyataan ‘pahit’ sekaligus yang mengejutkan: alam, terutama hutan dan tanah, hampir tidak mampu menyerap karbon dioksida (CO2) dalam jumlah yang signifikan. Dengan semakin banyaknya emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer, penyerapan karbon oleh alam seharusnya menjadi penyeimbang utama untuk menjaga stabilitas iklim, di tahun 2023 tidak mampu lagi menolong manusia untuk bertahan. Temuan awal riset tahun … Continue reading Tahun 2023: Tanah dan Pepohonan Mulai Kehilangan Kemampuan Menyerap Karbon