Membaca Babi dan Kekuasaan dalam Novel Animal Farm karya George Orwell

Simbol babi yang digunakan dalam berbagai bentuk ekspresi publik seringkali dimaknai sebagai kritik terhadap kekuasaan yang dianggap otoriter. Di banyak konteks, simbol ini mewakili perlawanan terhadap dominasi, ketimpangan, dan ketidakadilan. Namun, ketika simbol ini dibaca melalui novel Animal Farm karya George Orwell, muncul ironi yang cukup menarik. Dalam novel tersebut, babi justru merupakan tokoh utama yang mengambil alih kekuasaan dan menggantikan sistem lama dengan sistem … Continue reading Membaca Babi dan Kekuasaan dalam Novel Animal Farm karya George Orwell

Produksi Film Dokumenter Lingkungan dan Emisi Karbon

Film dokumenter lingkungan telah menjadi salah satu medium penting dalam menyuarakan krisis ekologis dan ketidakadilan lingkungan. Melalui gambar yang memukau dan narasi yang menyentuh, dokumenter memperlihatkan hutan yang terancam, sungai yang tercemar, dan komunitas yang bertahan di tengah tekanan industri. Ia mengajak penonton untuk berefleksi, berempati, dan membayangkan dunia yang lebih adil, lestari, dan harmonis dengan alam. Namun, di balik layar, terdapat paradoks yang jarang … Continue reading Produksi Film Dokumenter Lingkungan dan Emisi Karbon

Saat Kampus Menjadi Medan Kuasa: Siapa Menang, Siapa Tersingkir?

Perguruan tinggi kerap diasosiasikan dengan integritas, rasionalitas, dan keutamaan moral. Dalam ruang-ruang kuliah, seminar, dan laboratorium, nilai-nilai akademik diajarkan sebagai landasan berpikir dan bertindak. Namun, ketika musim pemilihan pimpinan kampus tiba, nilai-nilai tersebut sering diuji—dan tak jarang tergeser oleh dinamika sosial yang lebih pragmatis. Proses demokratisasi internal yang seharusnya menjadi ajang adu visi dan gagasan, kerap berubah menjadi arena pertarungan kekuasaan yang membelah komunitas akademik … Continue reading Saat Kampus Menjadi Medan Kuasa: Siapa Menang, Siapa Tersingkir?

Cinta: Antara Logika atau Hasrat Semata?

Dalam kebudayaan populer, cinta sering dilukiskan sebagai sesuatu yang melampaui nalar, ia digambarkan misterius, impulsif, dan tak terduga. Frasa seperti “cinta itu buta” atau “tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta” mencerminkan pandangan umum seolah cinta menolak sebuah rasionalitas. Namun, ketika cinta ditempatkan dalam kerangka saintifik dan epistemologis, muncul pertanyaan yang lebih kompleks, bisakah cinta dijelaskan secara ilmiah, dan apakah ia layak dinilai sebagai … Continue reading Cinta: Antara Logika atau Hasrat Semata?