Penerbitan Ilmiah Komersial: Ciptakan Ketidakseimbangan dan Dorong Ketidaksetaraan

Beberapa saat yang lalu dalam science blogs– EURAC research Martin W. Angler seorang jurnalis sains yang juga merupakan author dari buku yang jadi acuan dalam bidang ‘jurnalisme sains’ mewawancari Dr. Sarahanne M. Field, Peneliti Pos-Doktoral di Center for Society and Technology Studies (CWTS) Universitas Leiden, Belanda. Sarah (biasanya dipanggil) adalah peneliti metasains yang juga aktif dalam aktivisme sains terbuka. Dia punya konsen soal reformasi sains, replikasi sains dan beberapa isu yang secara luas … Continue reading Penerbitan Ilmiah Komersial: Ciptakan Ketidakseimbangan dan Dorong Ketidaksetaraan

Sidak, sarana perbaikan kinerja kah?

Jamak kita melihat pemimpin entah itu di level organisasi atau bahkan pemimpin sebuah wilayah melakukan  kegiatan yang dinamakan Sidak. Pengertian Sidak kita kenal merupakan singkatan dari kata inspeksi mendadak.  Akronim sidak (inspeksi mendadak) merupakan singkatan/akronim resmi dalam Bahasa Indonesia. Semuanya sudah tahu, dan akan menjadi sensitif jika itu terjadi di tempat kerja kita. Kegiatan Sidak pada level organisasi biasanya dilakukan jika dirasa perlu karena pada satu titik permasalahan seorang pemimpin … Continue reading Sidak, sarana perbaikan kinerja kah?

Etika Bisnis Rumah Sakit

Seperti kecenderungan di berbagai negara, rumah sakit di Indonesia bergerak ke arah sistem manajemen berdasarkan konsep usaha yang mengarah pada mekanisme pasar dan prinsip efisiensi.

Dalam transisi ini pertanyaannya adalah, apakah ada yang dirugikan? dan apakah ada pedoman etika yang dapat diikuti? Saat ini memang timbul kekhawatiran mengenai akibat negatif dari transisi rumah sakit ke arah lembaga usaha. Pertanyaan mengenai siapa yang dirugikan atas perkembangan ini perlu dibahas untuk mencari usaha mengatasinnya. Pembahasan diawali dengan tinjauan konseptual mengenai dasar keadilan dalam peningkatan efisiensi. Dari pembahasan mengenai konsep dasar ini, berbagai ”kasus abu-abu” dalam rumah sakit dianalisis untuk mencari jawaban akan pertanyaan penting: adakah etika untuk bisnis di sektor rumah sakit?

Konsep Dasar untuk Keadilan
Dalam perubahan rumah sakit menjadi lebih bersifat lembaga usaha diperlukan suatu filosofi agar secara etika dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan penting dalam perubahan rumah sakit adalah peningkatan efisiensi dan penjaminan bagi orang miskin untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit. Dengan demikian perubahan akan diukur dengan indikator ekonomi dan indikator lain termasuk fungsi sosial rumah sakit. Dalam hal ini, pernyataan Pareto cit.Friedman 1995 perlu diperhatikan bahwa perubahan kebijakan harus berprinsip: tidak ada satu orang atau satu lembaga pun yang dirugikan. 

“One allocation is defined as Pareto superior to another if and only if it makes at least one person better off and no one worse off”

Continue reading “Etika Bisnis Rumah Sakit”

Membatasi Ruang Gerak Iklan Rokok

Beberapa waktu yang lalu tepatnya hari rabu tanggal 9 Januari 2013 salah satu teman di Kementrian Kesehatan memposting pemberitahuan tentang Terbitnya Peraturan Pemerintah No. 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. Sontak saya kaget. Kekagetan saya bukan karena “surprise” karena akhirnya PP ini disahkan, tetapi lebih karena kenapa baru sekarang? Sewaktu saya masih di bangku perkuliahan dulu draft mengenai … Continue reading Membatasi Ruang Gerak Iklan Rokok