Indonesia di Bulan Mei 1998

Kita tahu sebabnya: ada orang yang percaya bahwa pembunuhan, bahkan pembantaian anak-anak, bisa halal. Ada orang yang percaya bahwa mereka yang tewas itu adalah korban yang diperlukan untuk memperoleh sebuah efek. (Goenawan Mohamad)

Secuil penyataan Goenawan Mohamad (Aktivis dan Budayawan) tersebut diatas menyiratkan bahwa setiap pergantian jaman/pergolakan politik/reformasi/revolusi akan selalu melahirkan martir-martir yang menjadi noda hitam dalam sejarah bangsa. Terlepas mereka dicatat dalam sejarah atau diabaikan sama sekali. Namun yang perlu diingat para martir ini tentunya tidak menumpahkan darahnya untuk sesuatu yang sia-sia. Meskipun implikasi perjuangan mereka tidak kita rasakan secara langsung.

77penculikan aktivis-istMungkin masih segar dalam ingatan kita ketika Hitler dengan faham Ultra Nasionalisnya (NAZI-FASIS) semakin membuas dan menginginkan seluruh Eropa menjadi bagian dari politik Lebensraum (bahasa Jerman: “habitat” atau secara harafiah “ruang hidup”) yang merupakan salah satu tujuan politik genosidal utama Adolf Hitler. Ketika itu seluruh masyarakat Jerman dicurahkan pada politik ultra nasionalis, kecuali kelompok Inge School yang bertahan untuk melakukan resistensi. Mereka (pemuda-pemuda Jerman ini) punya keberanian untuk berkata “tidak”. Mereka, walaupun masih muda, telah berani menentang pimpinan rezim fasis Nazi yang semua identik. Bahwa bagi mereka hilangnya nyawa, bukanlah persoalan. Mereka telah memenuhi panggilan seorang pemikir dan sebagai martir bagi kebenaran.  Seperti Soe Hok Gie bilang bahwa tidak ada indahnya (dalam arti romantik) penghukuman mereka, tetapi apa yang lebih puitis selain bicara tentang kebenaran.

Mei kala itu pada tahun 1998, Saat itu saya masih kecil. Mungkin kalau tidak salah saat itu saya masih kelas 5. Ingatan saya mendalam sampai sekarang karena waktu itu kebetulan saya sakit terkena demam berdarah dan harus istirahat total di rumah. Stasiun televisi swasta waktu itu begitu gamblang menyiarkan kabar mengenai pergolakan massa dari Orde Baru ke Reformasi. Bulan Mei terutama adalah bulan-bulan awal dimana para aktivis mahasiswa (Forum Kota) dan keluarga Besar UI bergerak ke arah Senayan. Setidaknya @FaisalBasri dalam kultwitt nya di @IndonesianYouth beberapa hari yang lalu menjelaskan detail pergerakan Keluarga Besar UI dari kacamata seorang @FaisalBasri . Berikut fragmen @FaisalBasri dalam “Kejadian Mei 1998” di kultwit @IndonesiaYouth 14 Mei 2014 kemarin.

Continue reading “Indonesia di Bulan Mei 1998”