Sticky post
Politik Perawatan di Negara Orang
“Ketika masuk musim dingin, indikator kebahagiaan saya cuma dua: matahari yang terbit, atau sereh di supermarket.” Kalimat itu sering saya ucapkan ketika pulang ke Indonesia setelah kurang lebih satu tahun tinggal di Jerman untuk menyelesaikan pendidikan master. Bagi sebagian orang, kegembiraan saya karena bisa pulang for good mungkin terdengar aneh. Bukankah kebanyakan orang justru ingin bertahan, mengadu nasib lebih lama, menjadikan gelar “master” sebagai batu … Continue reading Politik Perawatan di Negara Orang
