Masyarakat Mulai Menjauh dari Berita: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selama satu dekade terakhir, kita menyaksikan pergeseran yang signifikan dan mengkhawatirkan dalam cara orang mengonsumsi berita. Minat terhadap berita menurun, sementara tingkat penghindaran berita meningkat. Ini bukan sekadar kesan semata. Data dari Digital News Report 2023 yang dirilis oleh Reuters Institute menunjukkan bahwa ketertarikan global terhadap berita turun dari 63% pada tahun 2015 menjadi hanya 48% pada tahun 2023, berdasarkan survei di 46 negara. Pada … Continue reading Masyarakat Mulai Menjauh dari Berita: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Narsisme dan Penolakan Sains: Mengapa Sebagian Orang Menolak Fakta Ilmiah?

Di era informasi yang semakin canggih, penolakan terhadap sains justru menjadi fenomena yang terus berkembang. Mulai dari penolakan terhadap vaksin COVID-19 hingga skeptisisme terhadap perubahan iklim, banyak individu dan kelompok yang menolak konsensus ilmiah. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Agnieszka Golec de Zavala mengungkap bahwa penolakan terhadap sains berkaitan erat dengan narsisme kolektif. Penelitian ini menemukan bahwa narsisme kolektif adalah faktor yang lebih kuat … Continue reading Narsisme dan Penolakan Sains: Mengapa Sebagian Orang Menolak Fakta Ilmiah?

Bagaimana Kepercayaan Masyarakat Indonesia terhadap Ilmuwan?

Tingkat kepercayaan terhadap ilmuwan di Indonesia relatif tinggi, dengan dukungan yang berasal dari nilai-nilai religius yang selaras dengan prinsip ilmiah dalam beberapa aspek.Faktor-faktor ini berkontribusi terhadap tingginya kepercayaan publik terhadap ilmuwan di Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara lain di kawasan Asia. Studi global terbaru, yang diterbitkan dalam Nature Human Behaviour mengungkap bahwa meskipun narasi krisis kepercayaan terhadap sains kerap muncul dalam diskursus publik, mayoritas masyarakat … Continue reading Bagaimana Kepercayaan Masyarakat Indonesia terhadap Ilmuwan?

Menjembatani Sains, Masyarakat, dan Kebijakan

Sains memainkan peran ganda dalam masyarakat kontemporer: sebagai penghasil pengetahuan dan mekanisme untuk mengatasi tantangan sosial yang kompleks. Namun, efektivitasnya dalam memengaruhi pembuatan kebijakan berbasis bukti (Evidence-based Policy Making, EBPM) tidak hanya bergantung pada kekuatan bukti ilmiah, tetapi juga pada metode komunikasi dan kontekstualisasi pengetahuan tersebut. Komunikasi sains reflektif (Reflexive Science Communication) dan kontekstualisasi (Contextualization) menjadi metodologi penting untuk memastikan pengetahuan ilmiah tetap relevan, inklusif, … Continue reading Menjembatani Sains, Masyarakat, dan Kebijakan