Menjembatani Sains, Masyarakat, dan Kebijakan

Sains memainkan peran ganda dalam masyarakat kontemporer: sebagai penghasil pengetahuan dan mekanisme untuk mengatasi tantangan sosial yang kompleks. Namun, efektivitasnya dalam memengaruhi pembuatan kebijakan berbasis bukti (Evidence-based Policy Making, EBPM) tidak hanya bergantung pada kekuatan bukti ilmiah, tetapi juga pada metode komunikasi dan kontekstualisasi pengetahuan tersebut. Komunikasi sains reflektif (Reflexive Science Communication) dan kontekstualisasi (Contextualization) menjadi metodologi penting untuk memastikan pengetahuan ilmiah tetap relevan, inklusif, … Continue reading Menjembatani Sains, Masyarakat, dan Kebijakan

DeepSeek: Startup AI China yang Menantang Hegemoni OpenAI

Sejak 20 Januari kemarin, komunitas AI global dikejutkan oleh berita tentang DeepSeek, sebuah laboratorium penelitian China yang sebelumnya kurang dikenal, merilis model open-source yang revolusioner. Beberapa media internasional Amerika Serikat (AS) seperti CNBC bahkan menulis dalam paragraf awal dengan kalimat superlatif.“A little-known AI lab out of China has ignited panic throughout Silicon Valley after releasing AI models that can outperform America’s best despite being built … Continue reading DeepSeek: Startup AI China yang Menantang Hegemoni OpenAI

Miskonsepsi Tentang Indeksasi Jurnal: Antara Gengsi dan Kualitas Riset

Indeksasi jurnal ilmiah, seperti Scopus dan Web of Science (WoS), telah lama diperuntukkan sebagai tolok ukur utama dalam penilaian keberhasilan akademisi dan evaluasi kinerja penelitian. Ia layaknya diperlakukan sebagai mata uang utama dalam pengukuran kredibilitas akademisi di lingkungan komunitas ilmiah (Latour & Woolgar, 1986). Di Indonesia, paradigma ini diperkuat oleh serangkaian kebijakan kementerian hingga institusi akademik dan riset. Persyaratan seperti publikasi wajib di jurnal-jurnal berindeks … Continue reading Miskonsepsi Tentang Indeksasi Jurnal: Antara Gengsi dan Kualitas Riset

Penarikan Diri AS dari WHO: Implikasi untuk Kebijakan Kesehatan Global

Pada 20 Januari 2025, mantan Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menarik Amerika Serikat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Keputusan ini, yang akan efektif dalam waktu satu tahun, kembali memicu perdebatan mengenai tata kelola kesehatan global dan kerja sama internasional. Langkah ini mencerminkan skeptisisme terhadap institusi multilateral dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan kepemimpinan kesehatan global. Upaya serupa pernah dilakukan pada tahun 2020 tetapi … Continue reading Penarikan Diri AS dari WHO: Implikasi untuk Kebijakan Kesehatan Global